Jadikanlah Aku Kekasihmu, Kan Kubawa Kau Sampai Mati

Jadikanlah Aku Kekasihmu, Kan Kubawa Kau Sampai Mati

“ setiap orang ingin punya kekasih dan ingin membawanya sampai mati, maka jadikanlah perbuatan baik sebagai kekasihmu..sehingga kalau engkau mati, dia akan ikut bersamamu” ( nasehat ulama Akherat)

Sudah menjadi keyakinan kita selama ini bahwa tidak ada yang bisa di bawa mati, apalagi kalau menyangkut harta sehingga sering kita dengar di masyarakat berkata “ buat apa menumpuk harta dan kekayaan, toh tidak akan dibawa mati”. Pendapat yang selama ini kita dengar dan kita yakini ternyata salah besar.!!! Karena semua yang kita miliki sebenarnya bisa di bawa mati.

Kalau harta, istri, jabatan dan amanah lainnya dalam bentuk fisik tentu tidak tidak bisa di bawa mati, tapi kalau kita “konversi’ menjadi perbuatan baik, tentu ini akan menjadi kekasih kita di akherat nanti. Lalu bagaimana kita mengkonversi semua yang kita miliki sehingga dia akan menemani kita nanti di akherat?

Harta dan jabatan.

Semua harta , jabatan dan amanah lainnya, akan bernilai ibadah jika kita mempergunakan di jalan Allah dan di mamfaatkan sesuai ketentuan-Nya. Kebanyakan dari kita malah larut dalam kesibukan duniawi, dan melupakan ibadah.

Padahal sebenarnya harta dan jabatan akan bernilai ibadah yang sangat tinggi kalau kita mengetahuinya. Dan semua harta , jabatan dan amanah lainnya akan bernilai sangat tinggi kalau kita menjalankan sesuai mau-Nya.. dan bukankah ibadah terbaik itu kalau kita berguna bagi sebanyak mungkin orang? Dan itu ada pada harta dan jabatan.

Istri dan Anak

Istri dan anak adalah tanggung jawab suami dan orangtua untuk mendidik supaya dia nurut dan patuh kepada suami dan orangtuanya, sehingga kalau istri dan anak bisa berbuat baik dalam hidupnya , perbuatan mereka akan menjadi kekasih kita di alam kubur nanti. Apalagi anak, kalau kita bisa mendidik dengan benar sesuai maunya Allah, maka dia akan menjadi bekal yang sangat besar untuk kehidupan kita di akherat nanti.

Harta, jabatan, istri dan anak adalah ‘fasilitas ‘ yang diberikan Allah untuk kita beribadah kepada-Nya. Maka jaga dan mamfaatkanlah ‘fasilitas’ itu, jangan malah kita sia-siakan atau tidak kita mamfaatkan untuk beribadah kepada Allah.

Sehingga apabila kita tidak bisa memafaatkan semua ‘fasilitas’ itu, bekal apa yang akan kita bawa nanti?

Salam santun dari kami, Masjid Miftahul Huda - garut - Jawa Barat